You are currently browsing the monthly archive for September, 2007.

David Mc Clelland membuat kupasan yang menarik tentang peranan orang-orang dengan mental tertentu terhadap kemajuan bangsanya. Dalam bukunya The Achieving Society  ( 1961 ), ia menguraikan bahwa ‘dorongan untuk mencapai keberhasilan’ merupakan faktor determinan, tidak saja bagi keberhasilan individu, tapi juga bangsa dalam memperoleh kemajuan hidup. Artinya, berhasil tidaknya sebuah bangsa dalam melaksanakan pembangunan bergantung pada jumlah penduduk yang mempunyai ‘dorongan untuk berhasil’ need for achieving ini. Dorongan ini oleh David Mc Clelland dinamakan ‘virus N Ach’.
. Dari kupasan tersebut terungkap bahwa salah satu faktor yang menjadikan maju-tidak majunya sebuah bangsa ialah banyak-sedikitnya penduduk masyarakat bangsa-bangsa tersebut yang terjangkiti virus N Ach. Semakin banyak anggota masyarakat yang terjangkit, semakin maju bangsa tersebut.
Seseorang yang terjangkit virus ini menampilkan perilaku yang selalu ingin meraih prestasi, bekerja keras, penuh tanggungjawab, dan berani mengambil resiko. Bukankah ciri-ciri ini juga menjadi ciri dari wiraswasta. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa maju atau terbelakangnya suatu bangsa salah satunya ditentukan sedikit-banyaknya jumlah penduduk yang bermental wiraswasta di dalam bangsa tersebut. Read the rest of this entry »

Yang pertama saya mohon maaf jika baru bisa memberi tanggapan atas pertanyaan Anda. Keterlambatan ini bukanlah karena kesengajaan, melainkan keterpaksaan. Mudah-mudahan bisa dimaklumi.
Mbak Rene, untuk menjawab pertanyaan Anda saya harus menjelaskan dulu apa dan bagaimana keselo lidah itu. Setelah itu, baru kita lihat apa yang Anda alami tergolong keseleo lidah ? Read the rest of this entry »

Tulisan ini dibuat untuk memberi penjelasan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mas Adidthya. Jika boleh jujur, saya ingin mengatakan bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Pasalnya, sepanjang pengetahuan saya, istilah konflik batin belum pernah saya temukan dalam literatur-literatur dari beberapa aliran psikologi yang pernah saya baca. Berdasarkan pengamatan, istilah ‘batin’ justru sering muncul dalam karya-karya fiksi atau tulisan-tulisan yang membahas tentang kebatinan, semisal “Kawruh Bedjo”nya Ki Ageng Surjo Mentaram. Namun, istilah konflik batin merupakan sebuah realitas yang banyak berkembang alias digunakan masyarakat luas, maka dalam tulisan ini saya mencoba memberi uraian sebisa mungkin sesuai dengan kapasitas penulis. Read the rest of this entry »

Di dalam banyak literatur, antara istilah wiraswasta dengan wirausaha sering berganti tempat alias artinya dianggap sama. Memang ada sebagian ahli membedakan pengertian kedua istilah tersebut. Tetapi pembedaan itu, menurut hemat penulis, tidaklah terlalu signifikan. Karena itu, demi memudahkan pembahasan, dalam tulisan ini kedua istilah itu dianggap sama artinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga tidak membedakan arti kedua istilah tersebut.
Jika dilihat secara etimologis, istilah wiraswasta berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43 ).
Dengan melihat arti etimologis di atas bisa diambil pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri. Read the rest of this entry »