Skip to content

Pengertian Wiraswasta

1 September 2007

Di dalam banyak literatur, antara istilah wiraswasta dengan wirausaha sering berganti tempat alias artinya dianggap sama. Memang ada sebagian ahli membedakan pengertian kedua istilah tersebut. Tetapi pembedaan itu, menurut hemat penulis, tidaklah terlalu signifikan. Karena itu, demi memudahkan pembahasan, dalam tulisan ini kedua istilah itu dianggap sama artinya. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga tidak membedakan arti kedua istilah tersebut.
Jika dilihat secara etimologis, istilah wiraswasta berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43 ).
Dengan melihat arti etimologis di atas bisa diambil pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.
Di sini yang perlu diperjelas adalah makna ‘kekuatan sendiri’. Makna dari ‘kekuatan sendiri’ bukanlah kegiatan usaha yang dilaksanakan secara sendirian, melainkan lebih mengacu kepada sikap mental yang tidak bergantung pada orang lain. Dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, ia lebih mengandalkan pada kekuatan sendiri daripada minta bantuan orang lain. Jadi, pengertian ‘menggunakan kekuatan sendiri’ bisa dikenakan pada usaha sendiri maupun bekerja sebagai karyawan.
Istilah wirausaha atau wiraswasta merupakan terjemahan dari kata entrepreneur. Entrepreneur sendiri berasal dari bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. Contoh yang sering digunakan untuk menggambarkan pengertian ‘go-between’ atau ‘perantara’ ini adalah pada saat Marcopolo yang mencoba merintis jalur pelayaran dagang ke timur jauh. Untuk melakukan perjalanan dagang tersebut, Marcopolo tidak menjual barangnya sendiri. Dia hanya membawa barang seorang pengusaha melalui penandatanganan kontrak.
Dia setuju menandatangani kontrak untuk menjual barang dari pengusaha tersebut. Dalam kontrak ini dinyatakan bahwa si pengusaha memberi pinjaman dagang kepada Marcopolo. Dari penjualan barang tersebut, Marcopolo mendapat bagian 25%, termasuk asuransi. Sedangkan pengusaha memperoleh keuntungan lebih dari 75%. Segala macam resiko dari perdagangan tersebut ditanggung oleh pedagang, dalam hal ini Marcopolo. Jadi, pada masa itu wiraswasta digambarkan sebagai usaha, dalam hal contoh ini perdagangan, yang menggunakan modal orang lain, dan memperoleh bagian ( yang lebih kecil daripada pemilik modal ) dari usaha tersebut. Di sini, segala resiko usaha tersebut menjadi tanggungan wiraswastawan. Pemilik modal tidak menanggung resiko apa pun.
Sekitar abad lima belas, pengertian entrepreneur mengalami pergeseran. Saat itu istilah entrepreneur dipakai untuk melukiskan seseorang yang memimpin proyek produksi. Berbeda dengan zamannya Marcopolo, orang ini tidak menanggung resiko apapun. Tetapi ia bertanggungjawab menyediakan sumber-sumber yang diperlukan. Entrepreneur pada masa ini berbentuk klerikal, yakni orang yang bertanggungjawab dalam pekerjaan arsitek, seperti untuk pekerjaan bangunan istana.
Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika, entrepreneur  diartikan sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan, memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi maupun distribusi barang-barang ekonomi maupun jasa. 
Jika kita ikuti perkembangan makna pengertian entrepreneur, memang mengalami perubahan-perubahan. Namun, sampai saat ini, pendapat Joseph Schumpeter pada tahun 1912 masih diikuti banyak kalangan, karena lebih luas. Menurut Schumpeter, seorang entrepreneur tidak selalu seorang pedagang ( businessman )  atau seorang manager; ia adalah orang yang unik yang berpembawaan pengambil resiko dan yang memperkenalkan produk-produk inovative dan tehnologi baru ke dalam perekonomian.      (  Buchari Alma, 2001:22 )
David Mc Clelland membuat kupasan yang menarik dari sisi psikologi tentang entrepreneur ini. Dalam bukunya The Achieving Society  ( 1961 ), ia menguraikan bahwa ‘dorongan untuk mencapai keberhasilan’ merupakan faktor determinan, tidak saja bagi keberhasilan individu, tapi juga bangsa dalam memperoleh kemajuan hidup. Artinya, berhasil tidaknya sebuah bangsa dalam melaksanakan pembangunan bergantung pada jumlah penduduk yang mempunyai ‘dorongan untuk berhasil’ need for achieving ini. Dorongan ini oleh David Mc Clelland dinamakan ‘virus N Ach’.
Mengapa disebut virus ? Dalam penelitiannya terhadap bangsa-bangsa, Mc Clelland menemukan unsur-unsur yang dapat menggerakkan penduduk agar berprestasi dalam pembangunan bangsa, nilai-nilai yang mampu mendorong orang untuk selalu ingin berprestasi. Unsur-unsur ini bisa dipelajari dan ditularkan kemana-mana. Karena bisa ditularkan, maka disebutnya ‘virus’.
Bagaimana caranya agar virus N Ach ini dapat ditularkan ke masyarakat secara luas ? Adalah tugas pemerintah untuk menggerakkan masyarakat dengan mengobarkan unsur-unsur tadi supaya mereka memiliki dorongan untuk berprestasi dalam pembangunan.
Pertanyaannya sekarang adalah kemana kita harus mencari unsur-unsur tersebut ?
Apakah semuanya harus kita ambil dari barat karena mereka telah membuktikan keberhasilannya di bidang ini? Tentu saja tidak semua, karena sesungguhnya bangsa kita telah memiliki nilai-nilai yang dapat mendorong   munculnya N Ach ini. Nilai-nilai tersebut sedang ‘tersembunyi’ di setiap suku bangsa di tanah air ini. Adalah menjadi tugas pemerintah untuk menginventarisir nilai-nilai tadi untuk kemudian ‘menyuntikkan’ nya ke dalam masyarakat luas.
Dari berbagai pendapat ahli di atas, maka arti dari wiraswastawan ialah seorang yang memiliki dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan, disertai modal dan resiko, serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi atas usahanya tersebut.

About these ads
47 Komentar leave one →
  1. Anonymous permalink
    19 Mei 2008 3:02 am

    perbedaan wiraswasta dan wirausaha apa pak???

  2. 22 Mei 2008 3:18 pm

    Biasanya kedua kata tersebut digunakan dengan maksud sama. Tapi, jika simak dari arti katanya, ada sedikit perbedaan. Jika dilihat pada definisi wiraswasta di atas, jelas bahwa wiraswasta merupakan sikap mental yang berani berdiri di atas kekuatan sendiri. Sikap ini bisa digunakan bagi seorang karyawan yang bekerja ‘ikut orang’ atau bagi yang punya usaha sendiri. Sedangkan wira-usaha, pada hemat saya, merupakan bentuk usaha sendiri.Artinya, orang yang berwirausaha pasti bekerja sendiri, bukan bekerja pada orang lain.
    Mudah-mudahan penjelasan ini bisa memuaskan. Maaf jawabannya agak terlambat.

    • Anonymous permalink
      1 Oktober 2011 2:06 am

      pak apakah semua orang sukses itu hidapnya harus pahit dulu

      • 7 Oktober 2013 6:47 am

        Kebanyakan seperti itu……No elevator to succes but you have to the stairs…

  3. Midun permalink
    16 Januari 2009 2:37 am

    pak apa sih pengertian bekerja dengan wiraswasta……

    • Anonymous permalink
      30 Januari 2013 8:45 am

      pembantu rumah tangga

  4. 14 April 2010 7:22 am

    assalamu alaikum wr.wb

    pak bisa tanya ga? apa saja yang berkaitan dengan profesi wiraswasta. misalnya tujuan atau hakikat wiraswasta itu sendiri.

  5. 2 Mei 2010 3:56 pm

    Buat Mas Midun dan Mas Agiel :
    Menurut hemat saya wiraswasta bukanlah sebuah profesi, tetapi cenderung pada sikap mental, seperti yang saya uraikan pada artikel di atas. Jadi, di profesi apa pun, mental wiraswasta ini justru sangat diperlukan.

  6. 3 Juni 2010 4:28 am

    pak bisa tanya nih? saya membuka usaha sendiri dan saya kelola sendiri..
    apakah saya disebut wirausaha atau wiraswasta.

  7. 4 Juni 2010 4:41 pm

    Jika mengikuti uraian di atas, Mas Fifinbudi termasuk kedua-duanya.

  8. Lala permalink
    28 Juni 2010 11:16 am

    thankz buat penjelasannya pak..sekarang saya paham tentang wiraswasta dengan wirausaha..

  9. raran permalink
    3 Juli 2010 12:35 pm

    lbh luas mana pak ?????

  10. mawaddah permalink
    9 Juli 2010 7:57 am

    pak apa perbedaan wiraswasta dengan saudagar?

  11. 10 Juli 2010 6:31 pm

    Menurut saya, saudagar itu bagian dari aktivitas wiraswasta.

  12. Neng Irma Adzkya permalink
    30 September 2010 3:19 am

    Pak, kalo jasa termasuk wiraswasta ato wirausaha ?
    Kan itu modalnya di awal doank ..

    • Anonymous permalink
      7 Agustus 2014 6:27 am

      Woy keles itu wira swasta

  13. azhar permalink
    23 Desember 2010 4:26 pm

    Terimakasih banyak atas penjelasannya, izin u/ dbaca2 pak!

  14. 25 Desember 2010 5:03 pm

    Terima kasih Juga atas kunjungannya Mas Azhar.

  15. 22 Maret 2011 7:13 am

    menciptakan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan.

  16. lisa permalink
    3 Mei 2011 11:54 am

    apa persamaan wirausaha dgn wiraswasta

    • 23 Mei 2011 7:26 am

      Menurut saya, wirausaha lebih ke membangun usaha mandiri atau tidak bekerja pada orang lain. Sedangkan wiraswasta lebih lepada sikap mental mandiri.

      • Anonymous permalink
        4 September 2014 3:33 am

        kepada / lepada kwokwokwowkw

  17. 19 Juni 2011 2:35 pm

    lalu apa bedanya pemimpin, manajer, dan wiraswasta? tolong dijelaskan…

    • 26 Juni 2011 4:13 pm

      Pemimpin dan manajer memiliki arti yang mirip. Keduanya punya arti pribadi yang memiliki kemampuan tertentu sehingga mampu mempengaruhi orang-orang di sebuah organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Perbedaannya, manajer biasa digunakan pada organisasi-organisasi formal, terutama organisasi bisnis. Sedangkan wiraswasta adalah salah satu bentuk sikap mental.

  18. 3 November 2011 3:49 am

    alhmdllh…..
    jdi sdikit tw perbdaan wiraswasta dngn wirausaha

    • Anonymous permalink
      4 September 2014 3:36 am

      kwokwokowkowkowkowkw

  19. vino permalink
    22 Desember 2011 1:03 am

    pak ap beda swasta sama buruh,..???

  20. 28 Desember 2011 5:08 pm

    msih ora ngerti ane….

  21. alfath permalink
    29 Februari 2012 2:13 pm

    apa istilah wiraswastawan pak?

  22. agung permalink
    22 Mei 2012 1:46 pm

    mengapa wiraswasta di indonesia ini kurang berkembang di banding negara tetangga
    n mengapa pemerinta seolah menganggap wira swasta kita ini sebagai musuh .

    contohnya seorang wira swasta sering di persulit dalam persoalan perizinan?,,,,

    • rio permalink
      25 Mei 2012 3:58 am

      pak apa yang dimaksud dengan wiraswasta

  23. Mars permalink
    3 Juni 2012 8:59 pm

    Numpang lewat…….>>>>>>>>>>>>>

    Wira-Swa-Sta = Berani-mandiri-berdiri

    Wira-Usaha = Berani-Berusaha

    Sau-Dagar = Seribu-akal

    —–> Wiraswasta itu harus FACETS (Fokus, Advantage/Untung, Creativity, Ego, Team
    Working, and Social Interactive). “Modal Sendiri. Resiko Sendiri”

    —–> Wirausaha paling tidak harus “Creator, Inovator, Marketter, and Opurtunity”. Modal
    dari Investor, Resiko Sendiri

    ——>Saudagar – ???? Direksinya terserah, yang jelas pasti Berakal Seribu jadi cepat kaya.

    Terimah kasih…….>>>>>>>>>>>>>> o_o <<<<<<<<<<<<<<<<<<

  24. 19 September 2012 3:27 am

    pak

  25. 18 Desember 2012 7:26 am

    jika merujuk kepada pengertian di atas, berarti ‘wiraswasta’ tidak bisa diklaim sebagai ‘pekerjaan’ di KTP pak ya?

  26. 17 April 2013 10:16 am

    tpi kta WIRASWASTA bisa dijadikan pekerjaan tidak?? jika pertanya’anya apa pekerja’an ayahmu

  27. Anonymous permalink
    24 Mei 2014 1:31 pm

    tugas seorang pengusaha wiraswasta itu apa…….?

  28. 24 Mei 2014 1:33 pm

    jadi tugas seorang pengusaha wiraswasta itu apa…..?

  29. 23 Juni 2014 2:56 pm

    benar pak

  30. Anonymous permalink
    16 Agustus 2014 1:12 am

    saya bekerja sebagai kulih bangunan apa itu juga wiraswasta

  31. sendal baleta permalink
    16 Agustus 2014 1:28 am

    saya bekerja sebagai kulih bangunan apa itu juga wiraswasta..?

Trackbacks

  1. Accounting4us’s Blog
  2. blog's annizsa dynda » Blog Archive » kewiraswastaan dan perusahaan kecil
  3. KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL | ANDRIAN HERMAWAN
  4. Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil | Rinaldialp
  5. Pengertian Virus | Caramanfaat.net
  6. Pengertian Bekerja | Caramanfaat.net

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: