Yang pertama saya mohon maaf jika baru bisa memberi tanggapan atas pertanyaan Anda. Keterlambatan ini bukanlah karena kesengajaan, melainkan keterpaksaan. Mudah-mudahan bisa dimaklumi.
Mbak Rene, untuk menjawab pertanyaan Anda saya harus menjelaskan dulu apa dan bagaimana keselo lidah itu. Setelah itu, baru kita lihat apa yang Anda alami tergolong keseleo lidah ?
Aliran psikologi yang membahas soal keseleo lidah ini hanya psikoanalisa yang dimotori oleh Frued. Menurut Frued, keseleo lidah bukanlah perilaku yang kebetulan belaka. Jika dirunut ke belakang, perilaku keseleo lidah bersumber dari alam tidak sadar yang menerobos masuk ke perilaku yang disadari. Di dalam artikel saya sebelumnya ada contoh tentang keseleo lidah ini. Ketua parlemen Austria pernah membuka sidang sambil berkata : “Dengan ini sidang saya tutup”, seraya mengetokkan palu. Padahal maksudnya berkata “Buka”, tetapi yang keluar dari mulutnya justru kata “tutup”. Mengapa demikian ? Karena bagi sang ketua, sidang hari itu cukup berat. Ia ingin sekali agar sidang itu cepat selesai. Keinginan yang tak disadari itu mengakibatkan ia keseleo lidah. Dari contoh itu kita bisa melihat bahwa secara naluriah sang Ketua Parlmen tidak ingin menghadiri sidang hari itu. Tapi sebagai tanggung-jawab jabatan, ia harus memimpin sidang. Pertentangan antara keinginan naluriah dan kewajiban sosial seperti itu tidak saja terjadi pada wilayah kesadaran, tapi terus menerobos masuk dalam wilayah ketidak-sadaran.
Masuk dalam wilayah bawah sadar berarti berada di luar kontrol pikiran sadar. Dan segala macam konflik yang masuk dalam alam bawah sadar bisa berpengaruh terhadap perilaku individu, yang salah satunya berbentuk keseleo lidah.
Jika mengikuti penjelasan di atas, kelihatannya yang dialami mbak Rene ini bukan tergolong keselo lidah. Menurut saya, Anda mengalami gagap. Salah satu tanda orang gagap adalah kesulitan menyampaikan apa yang dipikirkan. Bukankah mbak Rene juga mengalami masalah seperti ini ?
Sepengatahuan saya, gagap ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Kurang memiliki kerampilan berbicara
2. Gangguan faal pada alat-alat untuk berbicara
3. Kapasitas berpikir lebih cepat dibanding kemampuan berbicara secara normal
4. Kurang percaya diri
5. Bawaan
6. Keterkejutan ( gagap sesaat )
Daftar itu masih bisa diperpanjang lagi tentunya, tetapi secara umum faktor penyebabnya adalah sebagaimana disebutkan di atas. Nah, pada umumnya gagap ini bisa dihilangkan secara bertahap melalui proses latihan, terutama bagi penderita yang disebabkan oleh poin 1, 3 dan 4. Penyembuhannya melalui proses latihan. Beikut ini akan dipaparkan beberapa tips untuk mengatasi kegagapan, antara lain :
1. Kuasai dengan sebaik mungkin materi-materi yang akan dibicarakan
2. Sebelum dibicarakan, tulis dulu pada secarik kertas materi tersebut. Kalau perlu, pada permulaan latihan, saat berbicara kertas catatan tersebut dibawa. Hal ini untuk menambah kepercayaan dan ketenangan diri saat berbicara.
3. Sering berlatih berbicara sendiri di muka cermin
4. Setiap berbicara, lakukan dengan perlahan-lahan dan penuh kesadaran
5. Mulailah berlatih berbicara dengan orang-orang yang sangat dikenal, kemudian berlanjut berbicara dengan atasan atau orang yang disegani, sampai akhirnya berbicara di depan forum dengan menggunakan formula di atas.
Demikian mbak Rene sedikit tips untuk mengatasi kegagapan dari saya, semoga bisa membantu mengurangi kegagapan yang Anda alami. Jika di antara pembaca memiliki tips lain, melalui webblog ini ikut serta menymbangkan tulisan untuk membantu mbak Rene.










8 comments
Comments feed for this article
Januari 1, 2008 pada 1:03 pm
nlphypno1
Mas Rohadi,
Salam kenal, saya tinggal di Bandung.
Melalui proses yang sangat panjang, saya akhirnya menemukan teknik dan cara “menyembuhkan” orang yanga gagap dan tidak PD berbicara di depan umum, baik level anak-anak, mahasiswa atau dewasa.
Saya menyembuhkannya dengan teknik NLP & Hypnotherapy. Sudah ratusan orang yang bermasalah dnegan “bicara”, saya bantu sembuhkan dalam kurun 3 tahun ini.
Secara prinsip, ada 2 area penyembuhan, yaitu dengan 2 hal dibawah ini sekaligus (tidak hanya satu saja):
1. Secara HARDWARE, yaitu facial massage (ada urutan-urutan tertentu untuk pijatan)
2. Secara SOFTWARE, yaitu secara mental terapi dengan NLP dan HYPNOTHERAPY
Apa yang bisa saya bantu untuk bangsa ini?
WassWW,
Adhi Susilo,CI,CH,CHt - adhi_dahsyat@yahoo.com
Artikel saya dapat dilihat disini:
http://hypnotherapy4all.wordpress.com
http://hypnotherapy4all.wordpress.com/2007/12/26/therapeutic-public-speaking/
Maret 11, 2008 pada 2:24 am
alim
saya sangat tertarik dengan metode terapinya, apakah saya juga bisa sembuh dari cadel saya yang membuat saya tidak pd? berapa lama terapinya dan berapa biayanya? saya sama sekali gak bisa sebut huruf R trims
Maret 11, 2008 pada 2:50 am
Rohadi Wicaksono
Mas Alim,
Terus terang saya kurang paham mengenai penyembuhan cadel. Karena, menurut hemat saya, cadel bukanlah gangguan psikologis, tetapi disfungsi pada faal. Menurut saya, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter ( mungkin dokter syaraf ) atau Anda bisa mencoba mengunjungi situs hipnotherapi di atas.
Juli 13, 2008 pada 1:27 pm
Adhi
AssWW Mas Rohadi,
Apa kabar?
Semoga Mas dan keluarga dalam keadaan sehat.
Weblog saya yang terbaru untuk penyebuhan / terapi gagap ada di http://hipno-bicara.blogspot.com
Semoga bermanfaat..
Juli 13, 2008 pada 3:33 pm
Rohadi Wicaksono
Terima kasih atas kunjungan Mas Adhi pada webblog saya. Salam kenal untuk Mas Adhie dan keluarga….
Agustus 11, 2008 pada 12:34 am
Adhi
AssWW Mas Rohadi
Lanjut tentang Gagap,
Gagap sekarang dapat disembuhkan dengan 1x 5.5 Jam hipnoterapi Holistik (termasuk Pijat Syaraf Gagap, Terapi NLP dan Speech Therapy.
Terapi ini juga bisa untuk Terapi PD bicara Bhs. Indonesia dan Inggris.
Lihat saja metodanya di http://hipno-bicara.blogspot.com
Lihat hasil Terapinya di http://tw.youtube.com/user/adhisusilo
Salam,
Adhi - http://klinik-hipno.blogspot.com
Agustus 19, 2008 pada 4:51 am
anita
apakah gagap akan terus berlanjut hingga tua?masalahnya, sampai sekarang (kuliah smt3)gagap saya masih ada dan saya merasa pesimis untuk sembuh. saya sudah membiasakan diri untuk berani bicara di muka umum.alhasil, predikat gagap tetap melekat pada saya. terkadang saya malu dan ingin sekali mengakhiri hidup ini.
Agustus 19, 2008 pada 7:54 am
Rohadi Wicaksono
Setahu saya, jika tidak dilatih, gagap akan sulit hilang mbak Anita. Jadi, mbak Anita harus mencari gagap mbak Anita disebabkan oleh faktor apa. Kalau karena faktor faal, harus diberi treatmen oleh ahlinya. Tapi kalau faktornya bersumber dari psikologis, insya Allah bisa dilatih sendiri. Cuma ya itu, mbak Anita harus tahu lebih dahulu, faktor penyebab gagal yang Anda alami itu bersumber dari mana ?
Mbak Anita, banyak orang gagap yang berhasil meraih sukses gemilang, kenapa mbak jadi berputus asa ? Konon, menurut berita yang pernah saya baca, kalau tidak salah Hitler itu pada masa kecilnya memiliki kebiasaan ( ? ) gagap. Tapi toh dia bisa menjadi orator ulung yang mampu menghipnotis jutaan orang ketika berpidato. Dan, menurut saya juga lho, Habibie itu juga menderita gagap. Tapi, dia juga jadi orang top. Tidak hanya untuk kelas Indonesia lho, namun juga dunia.
Lagi pula, faktor keberhasilan seseorang kan tidak hanya ditentukan oleh faktor kemampuan berbicara, masih banyak faktor lainnya yang pasti ada dalam diri mbak Anita. Kalau mbak tidak terjebak dalam keluh-kesah masalah gagap ini, mbak pasti bisa mengembangkan potensi-potensi lain yang ada dalam diri mbak.
Sebetulnya, saya ini juga mengalami kegagapan sejak kecil. Sampai hari ini, kegagapan itu belum hilang sama sekali. Seringkali kalau saya ngomong atau pidato, pendengar saya merasa kesulitan mengerti beberapa perkataan saya. Tapi, saya coba untuk menampilkan potensi-potensi lain yang saya punyai. Dan akhirnya, orang-orang di tempat kerja saya mau mengakui potensi-potensi saya yang lain itu. Ini bukan bermaksud sombong ya mbak, September nanti saya dipercaya memegang ketua yayasan yang membawahi dua lembega pendidikan tinggi dan satu lembaga pendidikan setingkat lanjutan atas.
Mudah-mudahan tulisan ini bisa membangkitkan semangat mbak Anita. Yang penting, never give up !!! Semangat terus untuk maju. Dan, tidak ada persoalan, termasuk gagap, yang tidak bisa dipecahkan. Believe it.