Skip to content

Syukur PLN tidak ‘Nggebyah Uyah’

1 April 2008

Syukurlah, akhirnya apa yang ditakutkan rakyat miskin mengenai akan diberlakukannya disintensif tarif listrik bagi pelanggan yang menggunakan listrik di atas 80% x penggunaan rata-rata nasional  tidak terjadi. Pada tulisan sebelumnya, penulis sangat mengkahwatirkan jika skema tarif listrik baru dikenakan pada semua pelanggan, maka yang banyak menderita adalah rakyat miskin, yang menggunakan listrik bukan untuk bermewah-mewah. Tapi untuk kegiatan produktif.

Kita patut bersyukur bahwa skema tersebut ternyata hanya dikenakan pada pelanggan R3 ( 6000 VA ) ke atas. Kebijakan ini tentu bisa membuat rakyat kebanyakan bisa sedikit bernapas lega di tengah himpitan kenaikan harga-harga berbagai barang kebutuhan hidup.

Tapi, hal ini tentu tidak bisa seratus prosen menghentikan rasa was-was kita semua. Kita masih khawatir, apakah tidak diberlakukannya skema tarif baru ini untuk pelanggan R1 dan R2 seterusnya atau sementara saja ? Kekhawatiran yang ke dua adalah apakah dengan diterapkan model disintensif pada pelanngan R3 tidak akan memicu kenaikan harga komoditas ?

Barangakali, sebagai rakyat, kita cuma bisa berdo’a, semoga kekahwatiran-kekhawatiran itu tidak terjadi. Dan mari kita terus berdo’a semoga orang-orang yang punya power memainkan harga berbagai komoditas bisa terbuka hatinya, bahwa rakyat kebanyakan sedang dilanda kesulitan hidup yang susahnya telah mencapai ubun-ubun.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: