Skip to content

BRAVO FORUM KOMITE SEKOLAH KOTA MALANG !!!

23 Juni 2008

Sudah bukan rahasia lagi jika selama ini keberadaan kebanyakan komite sekolah di berbagai daerah hanyalah sekadar tukang stempel kemauan kepala sekolah. Fungsinya tak ubahnya seperti BP3 tempo dulu. Keberadaan komite sekolah sama tak berdayanya dengan BP3 di hadapan keperkasaan kepala sekolah.
Bermula dari kekhawatiran sekumpulan anggota komite sekolah yang anak-anaknya menuntut ilmu di sekolah-sekolah negeri, yang mereka rasa mulai kurang mendapat perhatian selayaknya dari pihak sekolah. Entah dimotivasi oleh faktor apa, hampir semua sekolah negeri dari berbagai jenjang, secara serentak menaikkan pagunya hingga ke taraf yang sulit dinalar dengan akal sehat. Sekolah-sekolah negeri yang sebelumnya hanya menerima murid baru antara  8 sampai 10 kelas, tiba-tiba secara spektakuler menaikkan antara 20 sampai 25 kelas. Sementara jumlah guru dan fasilitas relatif tidak ada penambahan yang berarti. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi ?
Karena penambahan jumlah murid yang luar biasa tersebut tidak dibarengi dengan penambahan jumlah kelas, maka sebagian murid harus dimasukkan sore. Mereka dikenakan shift kayak di pabrik-pabrik. Dengan berjalannya waktu, masyarakat semakin sadar bahwa model shift ini sangat merugikan peserta didik. Pertama, dari sudut waktu. Jika masuk pagi, jam belajar mulai dari jam 7.00 hingga jam 14.00. Durasi setiap jam pelajaran adalah 45 menit. Bandingkan jika sekolah yang menggunakan 2 shift. Shift pagi biasanya dipulangkan maksimal pukul 13.30. Sedangkan shift siang dimasukkan pukul 13.30 ( biasanya molor, karena pergantian murid shift pagi dan shift siang pasti membutuhkan jeda waktu ) dan pulang pukul 18.00. Alhasil, total jumlah jam mereka yang dikenakan shift siang belajar maksimal hanya 4 jam setengah. Artinya, mereka yang dikenakan shift pagi jumlah jam belajarnya dikurangi setengah jam, sedang yang shift siang berkurang 2 jam setengah.
Kerugian akibat jumlah jam belajar yang dikorupsi oleh pihak sekolah biasanya dialami oleh murid-murid kelas satu. Sedangkan nasib murid kelas dua juga setali tiga uang. Hanya saja modus operandi dari mengkorupsi jumlah waktu belajarnya berbeda. Modus operandi yang dimaksud di sini dilakukan oleh beberapa SMK Negeri yang jumlah muridnya juga mengalami peningkatan jumlah yang membabi-buta. Karena jumlah kelasnya tidak cukup, jam praktek kerja lapangan yang biasanya berkisar antara 3 sampai 4 bulan, dijadikan setahun. Hal ini bertujuan supaya selama setahun itu murid-murid kelas dua tidak membutuhkan kelas, sehingga kelasnya bisa digunakan untuk kelas satu dan kelas tiga. Dengan cara ini, murid-murid kelas dua otomatis banyak kehilangan sebagian besar julah jam pelajaran yang seharusnya digunakan mempelajari pelajaran-pelajaran yang harusnya dilakukan bersama guru di ruangan kelas.
Sedangkan yang ke dua, seperti dikemukan di atas, penambahan jumlah murid baru yang fantastis itu tidak begitu dibarengi dengan penambahan jumlah guru yang signifikan. Akibatnya, banyak guru yang harus bekerja dua shift. Mereka harus mengajar pagi dan sore. Kalau di perusahaan saja, yang notabene tidak untuk mempersiapkan masa depan kader-kader bangsa,  dihindari bekerja dua shift supaya tingkat kelelahan fisik dan stabilnya konsentrasi terjaga, lha kok malah sekolahan yang justru tidak memperhitungkan hal itu. Kalau gurunya sudah kelelahan, baik fisik maupun daya konsentrasinya, bagaimana mungkin mereka bisa mengajar dengan optimal. Yang pasti, murid-murid yang mengalami shift siang hanya mendapat ‘sisa-sisa’ dari tenaga dan pikiran gurunya. Pertanyaannya sekarang adalah dengan diberi ‘sisa-sisa tenaga dan pikiran seperti itu, bisakah guru-guru yang kelelahan itu mampu membawa murid-muridnya menjadi manusia berkualitas ?
Ada fenomena lain lagi yang muncul di beberapa sekolah negeri akibat membludaknya jumlah siswa mereka. Menurut salah seorang shohib yang mengajar di salah satu SMKN di Malang, ia harus mengajar mata pelajaran yang bukan bidangnya. Mengapa bisa terjadi ? Karena guru untuk mata pelajaran yang dimaksud memang tidak ada, maka, daripada kosong tidak terisi, lebih baik diisi oleh guru apa pun, meski guru yang bersangkutan tidak menguasai bidang yang diajarkannya. Kalau gurunya sendiri kurang menguasai mata pelajaran yang diajarkannya, apatah lagi muridnya ?
Maka sangat pantas jika sekelompok wali murid tidak bisa menerima perlakuan sekolah-sekolah negeri terhadap anak-anak mereka. Mereka tidak mau masa depan anak-anak mereka menjadi ‘mainan’ orang-orang yang disebut pendidik itu. Mereka membentuk kelompok yang di beri nama Forum Komite Sekolah.
Apa agenda forum ini ?
Barangkali awalnya adalah kumpulan wali murid yang tidak mau anak-anaknya ‘dikorbankan’ masa depannya oleh lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintah. Tapi, akibat intensifnya berkomunikasi antara satu anggota dengan anggota lainnya, maka tuntutan mereka pun kian melebar. Tidak sekadar supaya anak-anak mereka lebih mendapat perlakuan yang layak, tetapi juga menuntut hak-hak mereka yang selama ini hendak ‘dilupakan’ oleh pihak sekolah.
Seperti dikemukakan pada awal tulisan ini, selama ini fungsi komite sekolah masih sama dan sebangun dengan BP3 tempo dulu. Padahal, tujuan dari dibentuknya komite sekolah sebagai langkah perbaikan dari BP3, yakni lebih memberdayakan masyarakat agar tidak lagi sekadar menjadi sapi perahan pihak sekolah. Komite sekolah diharapkan menjadi partner manajemen sekolah dalam merancang kurikulum pendidikan dan pengemgambangan sekolah, dan tentu saja termasuk membantu pembiayaannya. Namun, implementasinya tidak selalu sama indah dengan tujuannya. Fungsi-fungsi komite sekolah banyak dieliminir kecuali turut membantu pembiayaan pendidikan. Kongkritnya, komite sekolah hanyalah sekadar tukang stempel tanda persetujuan ketika manajemen sekolah hendak mengeruk uang masyarakat.
Jum’at kemarin, 20 Juni 2008, forum ini mengajak kepala-kepala sekolah di kota Malang untuk membahas RAPBS. Harapannya, supaya RAPBS masing-masing sekolah lebih rasional dan ada pertangunggung-jawaban publiknya.  Tapi sayang, ternyata sebagian besar kepala sekolah tidak berani mendatangi forum tersebut. Kita tidak tahu alasan ketidak-datangan mereka, akibat ketakutan pribadi atau karena tekanan dari atasan. Yang pasti, hal itu jelas menunjukkan bahwa manajemen sekolah memang tidak ingin bersikap transparan dalam pengelolaan anggaran dan menganggap wali murid tak perlu ikut campur tangan dalam pengeloaan pendidikan.
Tulisan ini bermaksud memberi support kepada Forum Komite Sekolah kota Malang. Terus perjuangkan hak-hak masyarakat dalam pengelolaan pendidikan dan anggaran di sekolah-sekolah tempat kader-kader muda bangsa mempersiapkan masa depannya. Kita tidak bisa lagi mentoleransi pengibulan, ketertutupan dan sikap maunya sendiri dari pihak sekolah. Mari kita ambil hak-hak kita. Bravo Forum Komite Sekolah kota Malang !!!

5 Komentar leave one →
  1. Fitisybrets permalink
    25 Agustus 2008 3:52 pm

    give something depart of council, condense.

  2. 15 Juni 2009 4:32 am

    perlu benar-benar dipahami visi misi awal yang mendasari
    terbentuknya Komite Sekolah….landasan hukumnya,
    fungsi,kewengan dan bentuk knogkrit kemitraan Komite
    dengan otoritas sekolah….kalau tidak, akan terperangkap pada pradigma lama seperti tulisan diatas…….

    saya ketua komite di sebuah sd RSBI/RSDBI di Kota Batam.
    dalam kiprah saya bersama rekan-rekan komite priode sebelumnya(saat masih sebagai anggota), kami bisa garis
    bawahi ternyata : banyak pihak yang masih belum paham benar apa itu Komite yang seharusnya…..tak trkecuali otoritas pendidikan……Namun, kami merasa bangga karena
    bisa memulai utk memberi pemahaman ke masyarakat akan pentingnya eksistensi Komite Sekolah…..

    Kami tidak keberatan untuk berbagi pengalaman…

    • 11 Oktober 2013 3:59 pm

      Ya, setuju, masalah seperti sudah lazim dialami sekolah-sekolah

  3. 12 Mei 2011 11:16 pm

    Good day!Fantastic point,it’s so helpful to me,I’ve learned a lot from you,Keep on going,my friend,I will keep an eye on it,One more thing,thanks for your post!welcome to .

  4. 18 Mei 2011 3:15 am

    Wow,Fantastic article,it’s so helpful to me,and your blog is very good,I’ve learned a lot from your blog here,Keep on going,my friend,I will keep an eye on it!welcome to backup for windows.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: