Skip to content

Mempersiapkan Diri Menghadapi Unas

3 Desember 2010

Mendengar istilah Unas membuat hati banyak pihak berdebar dahsyat. Bagi siswa, orangtua siswa dan guru menghadapi Unas bak akan menghadapi sidang di pengadilan. Hal ini karena keduanya sama-sama menentukan nasib mereka di masa mendatang.

Untuk siswa kelas 9 dan 12 ( untuk selanjutnya disebut kelas 3, dan kelas 7,8, 10 dan 11 disebut kelas 1 dan kelas 2, demi memudahkan penyebutan ), hari-hari ini adalah hari yang menyesakkan.  Jika di kelas 1 dan 2 mereka bisa pulang sekolah pada jam 14.00, maka, sekarang mereka harus pulang jam 17.00, paling cepat pukul 16.00. penambahan jam tersebut karena mereka harus mengikuti les-les tambahan yang diberikan oleh guru sekolah mereka.  Jadi, siswa-siswa itu masuk sekolah pukul 07.00, pulang pukul 17.00. Bayangkan ! Hampir setiap hari mereka harus duduk di bangku sekolah selama lebih kurang 10 jam.

Bagi anak keluarga relatif mampu, ‘siksaan’ di atas masih berlanjut.  Sepulang mengikuti les tambahan yang diberikan sekolah, mereka masih harus mengikuti bimbingan belajar. Sehingga, sehabis Isya’ baru mereka baru tiba di rumah. Kalau ada PR dari sekolah, mereka masih harus mengerjakannya. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya ( fisik dan pikiran ) anak-anak yang akan bertanding di laga yang bernama Unas tersebut.

Dengan pola belajar yang melelahkan seperti itu, bisakah dihasilkan manusia-manusia cerdas dan kreatif ?  Tentu sulit.

Oleh karena itu, senyampang masih relatif jauh pelaksanaan Unas, semua pihak yang berkepentingan mempersiapkan palaksanaan Unas dengan sebaik-baiknya dan tidak menyiksa. Berikut ini akan disajikan beberapa tips bagi para siswa untuk menghadapi Unas.

a.      Reduksi Kecemasan

Ada pepatah lama yang berbunyi : “Jangan cemaskan jembatan yang akan kamu seberangi sebelum kamu menyeberanginya.”  Betapa seringnya kita mencemaskan sebuah peristiwa yang harus kita jalani di masa depan sebelum kita menjalaninya. Membayangkan sesuatu yang mencemaskan seperti itu sangatlah melelahkan. Energi kita bisa dihambur-hamburkan tiada manfaat.

Seperti diuraikan di atas, hari-hari ini Anda sangat dicemaskan oleh ketakutan tidak lulus Unas. Hampir setiap detik pikiran Anda dibebani oleh peristiwa yang belum terjadi itu. Akibatnya, Anda akan kelelahan, dan semakin hari kelelahan yang Anda rasakan akan semakin bertambah.

Kelelahan semacam ini akan mengurangi kekuatan fisik dan pikiran Anda. Kurangnya kekuatan ini pada akhirnya dapat mengurangi kapasitas Anda untuk belajar. Jika hal sperti ini berlangsung terus, Anda bisa jadi benar-benar tidak lulus Unas.

Oleh karena itu, abaikan segala macam pandangan yang menyebabkan diri Anda terbebani Unas harus bisa diabaikan. Caranya : anggaplah mengikuti Unas adalah hampir sama dengan mengikuti evaluasi-evaluasi belajar yang lain. Jadi, Unas tidak perlu ‘diistimewakan’.

Selanjutnya, perhatikan berapa siswa yang tahun kemarin tidak lulus Unas. Fakta menunjukkan bahwa jumlah siswa kelas 3 yang tidak lulus tahun kemarin relatif kecil prosentasenya.  Malah, bagi yang tidak lulus bisa mengikuti Unas ulangan. Artinya, tidak perlu ada yang dicemaskan tentang Unas, bukan ?

Bagaimana kalau nanti benar-benar tidak lulus Unas dan setelah mengikuti Unas susulan juga tidak lulus ?

Barangkali di antara kakak kelas atau tetangga Anda ada yang tidak lulus pada Unas tahun sebelumnya. Perhatikan mereka ! Mereka baik-baik saja kan hari ini ? Mereka masih sehat dan waras seperti Anda saat ini. Artinya, yakinilah bahwa tidak lulus Unas bukanlah akhir dari segalanya. Jadi, jalani hari-hari menjelang Unas ini tanpa tekanan apa pun.

 

b.      Bangkitkan Kepercayaan Diri

Keberhasilan dalam bidang apa pun pasti ditunjang oleh kepercayaan diri yang tinggi. Itulah sebabnya, banyak kegagalan diakibatkan oleh rendahnya kepercayaan diri. Oleh karena itu, jagalah kepercayaan diri Anda sebagai persiapan menghadapi Unas.

Kecemasan karena takut gagal Unas justru akan merusak kepercayaan diri. Kecemasan menyebabkan kita merasa kurang berdaya dalam menghadapi sebuah peristiwa ( Unas ). Maka, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan kecemasan itu. Kedua, ingatlah perjalanan hidup Anda selama ini. Bandingkan, lebih banyak mana keberhasilan atau kegagalan Anda dalam studi. Penulis yakin, Anda lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya. Ini berarti Anda telah memiliki modal dasar yang cukup baik untuk lulus Unas.

 

c.       Belajar Secara Teratur dan Tidak berlebihan

Penjelasan di atas bukan berati Anda bisa berleha-leha tanpa perlu belajar tekun untuk menghadapi Unas. Karena dalam Unas yang diujikan adalah seluruh materi pelajaran yang telah Anda pelajari mulai kelas 1 hingga kelas 3 ini, maka Anda harus memiliki agenda belajar yang baik supaya mampu mempelajari kembali seluruh materi tersebut.  Dengan mempelajari seluruh materi tersebut, Anda akan melihat kembali keterkaitan materi yang Anda peroleh di kelas 1,2 dan 3. Jika ini bisa Anda lakukan, Anda akan lebih mengerti pelajaran-pelajaran yang Anda pelajari ulang.

Selain itu, Anda juga harus mempelajari mengerjakan soal-soal. Ini berguna bagi Anda supaya memiliki ketrampilan dalam mengerjakan soal-soal. Karena, berdasarkan pengalaman, ada beberapa siswa kurang berhasil maksimal dalam mengerjakan soal-soal Unas karena kurang trampil mengisi LJK.

Selamat berjuang !!!

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 15 Desember 2010 10:41 pm

    Kita sebagai pelaku pendidikan sudah jelas-jelas tahu bahwa UNAS ini sebagai mesin pembunuh kreatifitas karena fokusnya cuma mengandalkan kecerdasan intelektual. Padahal ada yg lebih penting dari itu adalah kecerdasan emosional sehingga akan melahirkan orang-orang yg kreatif, pantang menyerah, sehingga akan melahirkan produktifitas tinggi. Disamping itu juga tdk mengesampingkan kecerdasan spiritual.

    Menurut saya UNAS itu pembodohan nasional & berdampak buruk…fakta membuktikan:

    – Siswa selama ini kita pandang pandai akademiknya ternyata “tidak lulus”
    – Sebaliknya siswa yang kita prediksi tidak lulus ternyata “lulus”
    – Kita pernah dengar gara2 tidak lulus UNAS, siswa jadi stress bahkan bunuh diri
    – Secara nasional bnyk kesenjangan standard pendidikan antara kota-desa, jawa-luar jawa.
    – Waktu, dana, tenaga bnyk terbuang dikerahkan terutama untuk mata pelajaran UNAS.
    – Bila kita lihat mana ada perusahaan yang menerima pekerja dengan melihat nilai UNAS dari calon pekerja tersebut. Demikian juga untuk hidup di tengah masyarakat,
    – Dan semakin bodoh jika UNAS digunakan untuk menentukan kelulusan SMK. Bukankah SMK bertujuan mendidik murid untuk terampil dalam bidang pekerjaan tertentu.

    Bagi Siswa kalo emang demikian adanya bahwa UNAS ini tdk dapat kita tolak, anggaplah UNAS ini adalah kerikil-kerikil pasir yg harus kita lalui bersama. UNAS ini bukanlah segala-galanya dan bukan satu2nya untuk menilai keberhasilan seseorang, ada hal yg lebih besar bahwa keberadaan kita bisa membawa manfaat bagi alam sekitar.

    http://iwanaik.wordpress.com

    Salam

    • 18 Desember 2010 5:20 pm

      Ya memang Pak Iwan, seperti itulah faktanya. Tapi juga menjadi fakta, hingga detik ini Unas masih terus dilanjutkan. Kalo dibilang untuk meningkatkan kualitas, toh yang nggak lulus masih bisa mengikuti ujian susulan, yang hasilnya hampir 100% lulus.
      Yang tidak logis, lha wong sudah belajar 3 tahun aja kagak lulus, tapi menjelas unas ulangan, yang selang waktunya lebih kurang 1 bulan, kok bisa hampir semua lulus. Andai saja Pak Asmuni masih hidup, pasti beliau ngomong. “Ini hil yang mustahal.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: