Skip to content

Sebuah Catatan Untuk Duel Farhat vs El

29 November 2013
Setelah dibuat terperanjat oleh sebuah peristiwa nyeleneh dokter2 demo, publik mungkin akan dibuat terheran2 lagi oleh sebuah peristiwa memalukan. Konon, tak lama lagi akan digelar sebuah adu tinju dari partai illegal. Yg bakal bertinju adalah Farhat vs El ( Ahmad El Jalaluddin Rumi ), anak Ahmad Dhani.

Dari segi apa pun pertandingan tsb sungguh gak layak digelar. Pertama, kedua ‘petinju’ ini sebelumnya bukan dikenal sebagai petinju. Karena itu, kita menduga, salah satu atau keduanya tidak mengerti aturan-aturan resmi dalam bertinju. Karena itu, bisa diduga, ‘pertandingan tinju’ tersebut akan menjadi ajang tawur antara orang dewasa melawan anak-anak. Farhat berusia 37 tahun dan El berusia 14 tahun. 

kedua, dalam pertandingan tinju, para petinju yang akan bertanding harus memiliki berat badan yang relatif sama sehingga masuk klasifikasi dalam kelas yang sama. Nah, pertindingan antara Farhat vs El ini berada dalam kategori yang berbeda. Farhat berbobot 81 kg, sementara El hanya berbobot 46 kg. Secara teori, besarnya perbedaan bobot seperti ini bisa membahayakan keselamatan petinju, terutama bagi yang berbobot lebih ringan. 

Jadi, sekali lagi, pertandingan tinju antara Farhat vs El sungguh tidak layak digelar. Karena, pertandingan tersebut semata-mata hanya merupakan ajang permusuhan dan pertengkaran  saja. Tak ubahnya sebuah pertarungan jalanan yang dilegalkan. Tapi anehnya, Pertina-wadah petinju amatir-kabarnya menyetujui pertandingan ini. Kita tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan Pertina menyetujui digelarnya pertandingan tersebut.

Kalau kita cermati, pertandingan tinju antara Farhat vs El hanyalah kelanjutan pertengkaran Farhat vs keluarga Ahmad Dhani. Dan perseteruan ini telah menjadi konsumsi publik karena dilakukan secara terbuka melalui  sosial media, tweeter. Ditambah lagi dengan dikompori oleh media elektronik melalui acara infotaiment atau live show.

Yang menjadi keprihatinan kita, perseteruan yang telah diketahui secara luas tersebut malah dikompor-kompori. Dalam acara salah satu stasiun TV swasta, tantangan anak-anak Ahmad Dhani kepada Farhat , meski tidak secara langsung, malah didukung. House acara tersebut sama sekali tidak berusaha menasehati anak-anak Dhani yang masih kanak-kanak untuk mengurungkan tantangannya.

Satu hal lagi yang bisa bikin kita tidak habis mengerti adalah salah satu rekan satu profesi dengan Farhat, Hotman Paris, berkoar mau menyediakan hadiah sebesar 250 juta perak buat pemenang pertandingan ilegal itu. Dan ini malah mendorong anak Dhani makin ngebet untuk merebut hadiah itu.

Yang patut menjadi renungan kita, kenapa kita menjadi bangsa yang senang melihat orang bertengkar ?  Mengapa hampir tidak ada yang berupaya mendamaikan pertengkaran gak penting antara Farhat vs keluarga Dhani ? Binatang saja tidak malah menjadi pengompor ketika ada kawannya bertarung, tapi  mengapa kita malah menjadi kompor ? Apakah ini pertanda terjadi kemerosotan peradaban kita hingga di bawah level binatang ? Mari kita tanya hati kita masing-masing.
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: